Thursday, January 3, 2008

Two cute little Sisters...

Ega Dwi Maresthy
(29 Maret 1987)

&

Prilly Priscillia Harventhy
(15 April 1995)


Imagine how happy i am with them around....

Putri Marisha Faruk




Direct and Honest



The first time I see her it was nearly nothing came to mind that I dare to even think will she be mine. So lovely, cheerful, no one will ever get bored around her. In fact I never get to introduce my self to her properly. In this phase I let destiny do their things, and it happened. Moment by moment, incident by incident, coincident that match, until all becomes smile by smile.

30 April 2007

Never thought she would return my feelings, but never doubt my feelings will bring sorrow to me. This day we both promise to care each other, take a good care of each other. And this care blossom, even though it had to through tears and pain eventually the results is always happiness.

Family...

I remember.....

when all the things was going wrong....

i always come to them, share with them,

and finally find comfort on them.

Institution that derive from God,

sacred and strong, abundant of lesson

and full of happiness

May our family always be our place to come home.

Mother's Day Poem

Tak kusangka waktu begitu cepat berlalu
Dulu ia mengizinkanku berlari kesana-kemari tanpa henti
Kini aku berlari dengan tujuan yang pasti

Dulu ketika lelah berlari aku akan berbaring dalam peluknya
Kini kepastian justru membuatku jauh darinya

Dulu ia mebuatku malu karena tak pernah ingin jauh dariku
Kini aku rindu sekedar ingin menggenggam tangannya

Aku rindu ibuku
Sosok lembut dengan kehangatan yang menentramkan

Teringat saat angin berhembus keras menghantam pilar-pilar istana kami
Senyumnya meyakinkan kami bahwa angin akan berlalu dan istana kami tetap berdiri

Teringat saat berbagai bunga tumbuh mekar berwarna-warni di halaman
Senyumnya menyadarkan kami untuk tidak terlarut dalam semusim

Dia yang tertawa terakhir
Dia yang menangis terakhir

Ya…aku rindu ibuku
Ketika senyumnya tak lagi dapat kunikmati
Ketika suaranya tak lagi dapat kudengar
Ketika aromanya tak lagi dapat kucium

Ketika keningku berkerut tanpa kecupannya
Ketika rambutku pun kusut tanpa belaiannya
Dan Ketika tubuhku lunglai tanpa pelukannya

Tak kusangka waktu begitu cepat berlalu
Dulu ia menjagaku sejak kuterbangun hingga kuterlelap
Kini aku tak akan terlelap sebelum ibu tersenyum dalam istirahatnya

Dulu hingga kapapan pun kasih sayang ibu tak kan pernah memudar
Kini hingga kapan pun aku tak kan membiarkannya memudar

Aku rindu Ibuku


dody harendro